Archive for April, 2007

Blogger = Jurnalist Frustasi?

Pagi ini I was shocked dengan statement teman saya bahwa di situs Detik dikatakan Blogger adalah Jurnalist Frustasi :-O (becanda nih?). Lalu saya pun buru2 buka situs Detik.Com dan ternyata benar … ada salah satu berita yang berjudul ‘Blogger adalah Jurnalis Frustasi’.

Setelah membacanya ternyata memang benar, opini tentang komunitas blogger adalah merupakan jurnalist frustasi dilontarkan oleh seorang Zainuddin Maidin yang tak lain tak bukan adalah Menteri Penerangan Malaysia. Ada satu penggal statement beliau yaitu “Sangatlah berbahaya mereka (baca : blogger) menulis dan melakukan tindakan-tindakan menghimpun kekuatan”. Damn!!! It really gets on my nerve!!

Di situs Detik juga dikatakan bahwa Zainuddin juga mendukung usulan peraturan dari deputi menteri komunikasi Shaziman Abu Mansor, yang mewajibkan pendataan para blogger. Hal ini mungkin berkaitan dengan opini Nila Tanzil yang ditulis pada blognya.

Blogger merupakan ancaman? Benar gak sih? Menurut saya pribadi, memang ada blogger2 yang sengaja menyebarkan isu2 yang tidak benar … tapi tak sedikit pula blogger yang menjunjung tinggi kebenaran dari suatu informasi. Komunitas blogger kan seharusnya disambut dengan baik. Justru dengan kehadiran jurnalist2 maya inilah opini suatu pendapat dapat berkembang. Lagipula sebuah permasalahan itu tidak dapat dilihat dari satu sisi saja, ada sisi lain yang memang harus dilihat.

Menurut Anda sendiri bagaimana? Apakah seorang blogger harus dibatasi tindak-tanduknya dalam menyampaikan informasi terlepas informasi tersebut benar atau tidak? Apakah seorang blogger benar disamakan dengan jurnalist yang frustasi? Sekarang ini adalah zaman demokrasi, People have rights to say their opinion. Jika kita memang merasa benar ngapain takut untuk berpendapat :D

Sumber lain : Nukman Luthfie

4 comments April 10th, 2007

Keep Moving Forward

Beberapa waktu yang lalu saya menonton sebuah acara pertunjukan musik di sebuah televisi swasta (lupa channel apa). Acara tersebut ternyata acara resital musik klasik yang menampilkan seorang pianis muda yang berasal dari Korea Selatan, Hee Ah Lee.

Pada awalnya (gak juga sih, nontonnya pas pertengahan :p ) …. I thought it was an ordinary classic soloist performance, .. tapi setelah mendengarkan dan melihat lebih jauh … only God knows why I was amazed :) Boleh percaya atau tidak (percaya deh, makanya nonton berita dong! :D ) sang pianis muda tersebut ternyata memiliki cacat fisik yang sangat2 menyedihkan … she has only two fingers on each hand.

Wow …. saya pun tercengang melihatnya. Call me mellow tapi perasaan sedih, terharu dan bangga merasuki diri saya pada waktu itu. Bagaimana tidak? Sebuah komposisi njelimet [1] dari karya Beethoven (Simphoni no.9) yang notabene hanya dapat dilakukan oleh seorang pianis yang memiliki bakat dan kesepuluh jarinya (did you notice the bold word?) dimainkan hanya dengan menggunakan 4 jari oleh seorang Hee Ah Lee ^:)^^:)^^:)^

Ada sebuah pepatah mengatakan

Do not dwell in the past, do not dream of the future, concentrate the mind on the present moment

Buddha

yang artinya kurang lebih dalam bahasa indonesia : “Janganlah terlena pada masa lalu, Janganlah berandai-andai tentang masa yang akan datang, Fokuskan segala sesuatunya pada saat sekarang”

The quote above has a point, setidaknya itu yang saya lihat pada diri Ah Lee. Dengan kekuatan cinta dari ibundanya, dan tentunya semangat seorang Ah Lee untuk tetap maju, menikmati semua keterbelakangan dan kekurangannya, makanya ia dapat menjadi seperti ini. Being a great pianist, release her first album, and still … tersenyum akan hidupnya :)

Hal tersebut dapat kita jadikan contoh … bahwa apapun yang terjadi, secacat, semiskin, sesusah apapun Anda … jangan jadikan itu sebuah alasan untuk kemunduran, jadikanlah kekurangan Anda sebagai motivasi tujuan hidup Anda (jadi kayak tukang motivasi gw yah :)) ).

Well … seperti yang Lewis katakan … “Keep moving forward, no matter what” :D

Linknotes
  1. njelimet - Complicated alias rumit alias ribed

Add comment April 9th, 2007

Layar Tancap Indonesia

Gila bener …. ternyata Indonesia punya juga situs kayak YouTube.
Jadi inget masa2 nonton layar tancap dulu (apa hubungannya coba :)) )

Saksikan hanya di LayarTancap.Com

Add comment April 9th, 2007

Tukul Phenomenon

Mungkin Anda2 semua sudah tak asing lagi dengan Mas Tukul alias Reynaldi alias Tukul Arwana. Ini orang memang termasuk serba bisa dan serba wuiihhhhh :D .. mulai dari jadi sopir omprengan, pelawak, sampai menjadi salah satu presenter kondang dan termahal (they say about Rp 30jt per show =P~ ) di tanah air dengan acaranya Empat Mata (baca : Fish to Fish).
Pada awalnya saya kurang tertarik sama acaranya Mas Tukul ini (terkesan katro gimana gitu :)) ). Tapi lama kelamaan ternyata asyik juga, menggelitik dan tentunya terasa seperti angin segar dalam kondisi negara kita saat ini. Sebenarnya saya pribadi merupakan penikmat acara2 talkshow yang formatnya lebih berbobot, katakanlah Oprah Winfrey (huge fan of her :D ), NewsDotCom, sampe ke si Om Farhan. Mereka semua mempunyai content acara yang lebih padet, lebih educated, dan tentunya lebih serius. Lain halnya dengan acaranya Mas Tukul ini, Empat Mata terkesan lebih ringan, santai, lucu dan .. sory .. dangkal (gak dangkal2 amat sih :D )

Menurut kacamata saya pribadi, meskipun terkesan agak dangkal tapi Empat Mata membawa warna sendiri diantara acara2 talkshow lainnya. Mungkin orang udah pada mumet dengan segala topik keseriusan, ya politik lah, ekonomi lah, flu burung lah .. yang kadang (sering dan fakta) tidak membawa hasil apa2 sebatas polemik berkepanjangan semata :) .

Saya sendiri merasakannya .. dari tidak suka .. sampai kecanduan nonton Empat Mata dari senin sampai jumat gak pernah absen :D. Bisa dibilang saya ini termasuk Tukulers sejati (kena doktrin Tukulisme :)) ). Mas Tukul beserta tim kreatifnya (baca: Tia n The Gank) ini jenius, buktinya acara Empat Mata ini sampai digemari oleh pemirsa Indonesia yang ada di mancanegara, nontonnya pun tidak kalah canggih .. lewat internet (Hak cipta woiii .. hak cipta!!!). Jargon2nya pun cukup akrab kita dengar di lingkungan kita …. wong ndeso, sobek-sobek!, katro, culun dan tentunya jargon utamanya : “Kembali ke LapTop”.

Gila si Mas Tukul ini. Fenomenal banget :D. Tapi terlepas dari tingginya rating acara, kritikan boleh dong, Empat Mata memang sudah cukup bagus tapi akan lebih bagus lagi bila bobot acaranya ditambah lagi .. more educated gitu, dan bercandanya hati2 .. yang ada bukannya dikerjain, tapi benar2 bikin masalah ;)

Maju terus Mas Tukul and keep humble :D

2 comments April 3rd, 2007